Yusril: Pembenahan Pemasyarakatan Jadi Perhatian Serius

0
1
(Ki-ka) Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, Irjen Imipas Rudi Setiawan memberikan keterangan kepada wartawa di Jakarta, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

INFODENPASAR, Jakarta – Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pembenahan bidang Pemasyarakatan baik itu lapas dan rutan seluruh Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah.

Menko Kumham Imipas bersama kementerian dan lembaga terkait membahas secara komprehensif dan sistematis pembenahan pemasyarakatan dari hulu ke hilir, termasuk pascatemuan Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, serta dugaan pesta narkoba di Rutan Depok, Jawa Barat.

“Kami membahas dengan serius masalah-masalah terkait dengan pembenahan pemasyarakatan sebagai respons kami atas temuan-temuan yang didapati oleh Ombudsman ketika melakukan sidak di Lapas Cibinong beberapa waktu yang lalu,” kata Yusril usai rapat koordinasi lintas sektor di Jakarta, Jumat (09/10/2026).

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, Ketua Ombudsman RI Nuzn Joher, Irjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Rudi Setiawan, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, serta perwakilan dari Polri.

Yusril menyebut, semua pihak yang hadir menyampaikan temuan-temuannya, kritik, saran dan masukan terkait upaya untuk melakukan pembaharuan di bidang Pemasyarakatan.

Dari rapat koordinasi tadi, banyak sekali masukan-masukan diberikan. Baik oleh sesama instansi pemerintah dan kementerian, badan, dan lembaga, tapi juga dari komisi-komisi yang menyampaikan kritik, saran, dan masukan supaya melakukan pembaharuan-pembaharuan.

Beberapa temuan yang disampaikan, salah satunya dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) terkait pelayanan kesehatan yang tidak memadai, jatah makanan yang jauh dari memenuhi standar gizi, kemudian fasilitas air yang tidak sesuai, juga kualitas air yang menyebabkan penyakit kulit bagi warga binaan.

“Saya katakan masukan ini langsung ditampung dan ditindaklanjuti oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Tapi secara umum dari rapat yang cukup panjang hari ini, kami menyimpulkan satu hal,” ujar Yusril.

Satu kesimpulan dari semua persoalan yang terjadi di Pemasyarakatan, adalah terkait dengan over kapasitas lapas dan rutan di Indonesia.

“Begini masalahnya. Masalah terbesar yang dihadapi oleh lapas dan rutan kita itu adalah masalah over kapasitas. Sekarang ini jumlah rutan dan lapas itu dihuni hampir dua kali lipat daripada apa yang semestinya,” ujarnya.

Ove kapasitas ini, kata dia, menyebabkan warga binaan tidur berdesak-desakan, satu sel dihuni hingga 25 orang, dan hanya ada satu MCK. Sehingga terjadi antrean ke kamar mandi, dan kualitas air yang tidak bersih.

Yusril mengatakan, kondisi tersebut dapat diselesaikan salah satunya dengan cara mengurangi jumlah narapidana di lapas.

Menurut dia, kondisi ini menjadi perhatian serius Presiden yang telah memanggil Menteri Hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut bersama kementerian/lembaga terkait.

“Bapak Presiden sudah mengambil satu inisiatif dan beberapa minggu yang lalu beliau juga sudah memanggil Pak Supratman, Menteri Hukum, untuk mengordinasikan masalah narapidana narkotika, baik itu pengedar maupun pemakai, dan mencari solusi bagaimana cara untuk menyelesaikannya,” kata Yusril.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Victorianus Sat Pranyoto

Kantor Berita ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here