
INFODENPASAR, Denpasar – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat memastikan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak akan berhenti di Bali, melainkan dibangun di daerah lain.
“PSEL ini yang didata kami kira-kira ke depannya ada 34 aglomerasi, mencakup 60–70 kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Jumhur dalam Groundbreaking PSEL Bali di Denpasar, Rabu (08/07/2026).
Di Bali saja, PSEL akan menyelesaikan masalah sampah di Kota Denpasar dan Badung, dimana ketika rampung akhir 2027 dan beroperasi di semester pertama 2028, akan mampu mengolah 1.500 ton sampah per hari.
Pada kabupaten/kota lainnya, Menteri LH mengira tidak selalu PSEL mengolah sampah menjadi energi listrik, sehingga potensi tersebut akan terus digali.
“Beberapa tempat mungkin tidak diartikan sebagai listrik, bisa jadi bahan bakar untuk energi, RDF, pelletizing, yang mungkin lebih tinggi dari batu bara, dan itu bisa banyak, bisa kita kolaborasi dengan dana daerah, dan siapa pun yang berminat yang dimaksud dengan ekonomi sirkular ini,” ujarnya.
Menurut Menteri LH yang terpenting dari kehadiran PSEL di kabupaten/kota adalah sampah dapat terkelola dengan baik, sekali pun tidak semuanya menghasilkan nilai ekonomi, sebab itu hanya bonus.
“Untuk daerah-daerah tertentu dia tidak ada bonusnya pun tidak apa-apa, keluar uang pun tidak apa-apa, karena tujuannya sampah itu selesai, habis, jadi untuk tempat-tempat kecil, pulau-pulau kecil itu tidak akan ada bonusnya tapi selesai,” kata Jumhur.
Meski Bali sudah memulai, dan 34 aglomerasi lagi akan dibangun, Menteri Jumhur juga mengakui bahwa masih ada 480 kabupaten/kota lagi yang membutuhkan teknologi ini.
“Jumlahnya mungkin tidak sampai 1.000 (PSEL) karena itu pasti menjadi beban atau menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, bupati, dan juga secara nasional tentunya Kementerian LH, jadi saya ucapkan terima kasih, minimal membantu kami dalam urusan sampah di 70–80 kota di Indonesia,” ujarnya.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani sebagai penggagas menambahkan setelah memulai pembangunan di Bali, dalam waktu dekat delapan PSEL juga akan diluncurkan pembangunannya.
Meski berlangsung cepat sejak awal direncanakan, Danantara memastikan proyek PSEL dikerjakan dengan penuh kehati-hatian dan teknologi yang digunakan terjamin sehingga bisa menyelesaikan masalah sampah di seluruh Indonesia.
“Bukan semata-mata ini adalah menghasilkan tenaga listrik, betul adalah bonus, kalau kita lihat ini memerangi atau mengurangi dengan sangat signifikan dari potensi lingkungan hidup, kesehatan, keselamatan, dan juga tata kelola yang baik dan benar,” kata Rosan.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Evi Ratnawati
Kantor Berita ANTARA
